Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Hati Seorang Suami

Wednesday, February 16, 2011
Hati Seorang Suami - Pernah di Rumah Amalia seorang Ibu bertutur tentang ketulusan hati suaminya. Kehidupannya selama ini dikatakan mengalir dengan mudah. Dirinya bekerja diperusahaan swasta nasional yang bonafit dengan posisi jabatan yang cukup lumayan karena posisi inilah ia sering melakukan perjalanan keluar kota. Dalam setiap bulan bisa dua atau tiga kali penerbangan dan setiap bepergian bisa tiga hari. Praktis suami dan anak ditinggalkannya sehingga bagi suami dan anaknya tidak pernah mempermasalahkan aktifitas kerjanya. Selama lima tahun perkawinan, ia hampir tidak pernah melayani suami dengan menyediakan air putih atau teh hangat, mempersiapkan baju kerja suami namun suaminya tidak pernah memprotes, dia terbiasa menyiapkan semuanya sendiri. Kesabaran & pengertian suami inilah yang malah membuat ia semakin seenaknya. Setiap minggu senantiasa menunjukkan agenda kegiatannya yang padat dan meminta suami mengurus segala keperluan rumah tangga, pernah ia ditegur oleh suami, 'Mama kalo nyuruh ama ayah kok kayak nyuruh ama bawahan ya?'


Terkadang teguran suami dianggap sebagai usaha menghalangi kariernya. Sampai ia pernah mengatakan. 'Saya sudah terbiasa mandiri, tidak ada suami, saya juga bisa hidup sendiri.' Mendengar apa yang diucapkan istri, suaminya malah meminta maaf bila kata-kata yang diucapkannya salah. begitulah suaminya dipenuhi dengan kesabaran & pengertian. Kemudian pada suatu hari ibu itu mengalami musibah terjatuh ketika berada di kantor disaat sedang berlari, sampai tulangnya patah. Sampai dirinya segera dibawa ke Rumah Sakit. Kondisis membuatnya tidak bisa bergerak, hanya terbaring lemah. Kakinya terasa sakit yang sangat luar biasa bila digunakan untuk menggeser sedikit aja. Disaat kondisi seperti inilah ia mendapatkan tamparan atas kesombongannya selama ini. Suaminya dengan penuh kesabaran membantunya, terutama ketika BAB ditempat tidur. Sehari di rumah ia masih sombong an selalu mengeluh namun suami tidak berkata apapun. Dengan sabar sang suami memandikan, memijat punggung dan membesarkan hati istrinya.

Air mata sang ibu mengalir, saya mendengarkannya. Sementara suami duduk disampingnya dan memangku sang buah hati. Terlihat rintik hujan membasahi jalanan. DI Rumah Amalia terlihat anak-anak sedang berlarian. Ibu melanjutkan kisahnya, Pernah suatu ketika ia begitu sangat ingin buang air besar, ia memaksa pergi ke kamar mandi, suaminya melarang, malah membuatnya marah dan mengatakan bahwa suaminya tidak perlu membantu. Dengan angkuh ia merangkak ke kamar mandi dengan menahan rasa sakit berderai air mata, tiba-tba sebuah tangan merengkuh & memeluknya. Ia terkejut melihat suaminya meneteskan air mata. 'Ma, saya tidak akan pernah keberatan membantu mama sekalipun mama sudah tidak berdaya & maut menjemput sekalipun, ayah hanya berharap mama lebih sabar & ikhlas. Aku mohon ma, bersyukurlah karena hanya lutut yang cidera.' Suaminya kemudian menggendongnya ke tempat tidur, mengambil pispot dan membantu BAB tanpa jijik. Sang istri menangis dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 'Ya Allah, ampunilah hambaMu ini yang tidak pernah mensyukuri apa yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, Engkau berikan suami yang sabar & penuh pengertian serta anak yang lucu.'

Disaat itulah ia menangis dibahu suaminya. 'Yah, maafkan mama ya..Bantu mama menjadi istri & ibu yang baik.' Sejak peristiwa itu telah membuat mata beliau terbuka betapa hati seorang suami betapa hangat penuh kasih sayang dan ikhlas. Anaknya yang masih kecil juga sudah mengerti apa yang sedang terjadi. Segera memeluk dan menciumi pipi mamanya. Ujian & cobaan yang telah dilalui menyadarkan betapa Allah Maha Besar telah menganugerahkan kebahagiaan untuk dirinya, suami dan sang buah hatinya. Tiada henti sang ibu memanjatkan puji syukur kehadirat Allah karena telah diberikan suami yang penuh pengertian & anaknya yang manis serta lucu.

Sejarah Idul Adha

Monday, November 8, 2010
Sejarah Idul Adha, Bagi pemeluk agama Islam tentunya setiap tahunnya merayakan hari raya qurban atau hari raya idul adha, awal adanya hari raya idul adha dahulu? berikut ini kisahnya.

Pada suatu hari Nabi Ibrahim bermimpi, dalam mimpinya itu Allah menyuruh Nabi Ibrahim menyembelih anaknya yang bernama Ismail. Selepas dari mendapat mimpi itu, Nabi Ibrahim pun memberitahu isterinya yang bernama Siti Hajar.

Maka berbincanglah Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail. Siti Hajar berkata, “Mungkin mimpimu itu hanya mainan tidur saja tetapi kalau mimpi itu merupakan wahyu, wajiblah dituruti.” Apabila mendengar kata-kata ibunya, Ismail berkata kepada bapanya, “Ayahku, sekiranya ini merupakan wahyu dari Allah S.W.T., aku sedia merelakan diriku untuk disembelih.”

Setelah persetujuan dicapai, keesokan harinya Nabi Ibrahim pun membawa puteranya Ismail untuk disembelih. Perkara Nabi Ibrahim hendak menyembelih anaknya telah sampai kepada pengetahuan orang ramai. Hal ini membuat orang ramai takut sehingga ada yang mengatakan, “Nampaknya Nabi Ibrahim mungkin sudah gila hinggakan mahu menyembelih anaknya sendiri. Kalau kita biarkan perkara ini, nanti kitapun akan dibunuhnya.”

Walau apapun tuduhan orang terhadapnya, namun Nabi Ibrahim tetap menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Allah S.W.T terhadapnya. Setelah Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail sampai pada tempat yang dituju, berkatalah anaknya, “Wahai ayahku, aku fikir cara yang baik untuk menyembelih adalah dengan cara aku disembelih dalam keadaan menelungkup tapi mata ayah hendaklah ditutup. Kemudian ayah hendaklah tahu arah pedang yang tajam dan ayah kenakan tepat kepada leherku.”

Kemudian Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah yang Allah S.W.T perintahkan dalam mimpinya. Baginda pun mengucapkan kalimah atas nama Allah lalu memancungkan pedangnya pada leher anaknya itu. Maka terperciklah darah mengenai badan Nabi Ibrahim. Sebagai seorang manusia biasa, Nabi Ibrahim pun menggeletar dan membuka penutup matanya.

Tetapi alangkah terperanjatlah apabila melihat yang disembelihnya itu bukanlah anaknya melainkan seekor kibas. Dengan memuji kebesaran Allah S.W.T, kedua-duanya pun berpeluk-peluk sambil bersyukur kepada Tuhan kerana memberi kekuatan sehingga dapat melaksanakan amanat dari Allah S.W.T.

Sepeninggalan Nabi Ibrahim, iaitu sejak Siti Hajar melepaskan anaknya untuk disembelih oleh baginda, dia sentiasa menangis. Fikirannya bertambah runsing disebabkan diganggu oleh syaitan laknat yang mengatakan kononnya Nabi Ibrahim telah gila dan sebagainya.

Pada suatu hari, dari jauh Siti Hajar mendengar suara takbir memuhi-muji nama Allah, semakin lama semakin dekat dan akhirnya dapatlah Siti Hajar kenali bahawa suara itu adalah suara anaknya Ismail dan suaminya Nabi Ibrahim.

Maka dengan segera dia pergi mendapatkan anak dan suaminya sambil bersyukur kepada Allah S.W.T. kerana telab memberi kekuatan kepadanya sehingga dia sanggup membenarkan anaknya untuk disembelih.

Siti Hajar menangis bukanlah disebabkan marah kepada Nabi Ibrahim tetapi hanyalah menangis seorang ibu terhadap anaknya memandangkan dia adalah seorang wanita yang taat kepada Allah dan tidak mudah digoda oleh syaitan.

Peristiwa ini ada diterangkan dalan surah Ash-Shaffat ayat 101 hingga ayat 111

Dalam Sujud Terakhirku

Sunday, November 7, 2010
Dalam Sujud Terakhirku

Dalam sujud terakhirku Ya Allah...
kuteriakkan Asma-Mu sekeras-kerasnya
agar runtuh dinding kesombongan dalam hatiku

Dalam sujud terakhirku Ya Rabbi...
ku menangis sejadi-jadinya
biar kering mata ini
namun basah ladang hati yang gersang

Dalam sujud terakhirku Ya Rahman...
kulihat semua dosa yang membayangiku
kelam mencengkram jiwa yang lusuh

Dalam sujud terakhirku Ya Rahim...
biarkan aku patah dalam cahayaMu
biarkan kumusnahkan titik-titik kemunafikanku
agar ku kembali dalam pelukan hidayahMu

Dalam sujud terakhirku
biarkan aku hirup nafasku sekali lagi
hanya untuk menyebut namaMu dan kekasihMu tercinta

Gunung Merapi di Bawah Laut

Sunday, October 17, 2010
Gunung Merapi di Bawah Laut - Gunung di Bawah Laut pastinya ada, karena sejarahnya bahwa sebagian tanah daratan muncul dari permukaan laut dan dibentuk ribuan bahkan jutaan tahun yang telah lewat, kabar adanya Gunung Merapi di bawah laut santer di internet, salah satu bahan renungan akan kebesaran sang pencipta di bawah ini diposting foto dan video mengenai gunung merapi di bawah laut tersebut.

Gunung di Bawah Laut mungkin kalau dipikir secara logika bagaimana mungkin ada gunung merapi di bawah latut.Pasalnya api dan air dari dulu hingga sekarang tidak bisa disatukan,jika keduanya bertemu maka salah satunya akan kalah,entah Api yang langsung padam,atau air yang terbakar hingga menguap.


Gunung Merapi di Bawah Laut

Namun media kembali digegerkan lagi dengan sebuah penemuan baru yakni telah ditemukannya sebuah kawah gunung merapi di bawah laut terletak 2.000 meter di bawah permukaan laut di perairan Sulawesi Utara Indonesia.

Gunung berapi yang ditemukan oleh Explorere Okeanos ini memiliki ketinggian 3.000 meter dari dasar laut dan terletak di perairan Sangihe-Talaud, Provinsi Sulut.

Video Gunung Merapi di Bawah Laut



10 Hari Terakhir Ramadhan

Monday, August 30, 2010
Jangan sia siakan 10 Hari Terakhir Ramadhan. Memasuki penghujung bulan Ramadhan, berarti telah masuk pada sepertiga terakhir. Pada hari-hari terakhir ini Baginda Nabi SAW bersiaga penuh mengisi malam-malamnya.

Sampai-sampai beliau mengasingkan diri dari isteri-isterinya, beriktikaf di dalam Masjid, beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT, sebagai  kesempatan akhir "ngalap berkah" bulan Ramadhan.

Tak heran seperti diriwayatkan oleh istri beliau Sayidah Aisyah bahwa Rasul SAW bersungguh-sungguh dalam beribadat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan yang tidak dilakukannya pada bulan-bulan yang lain.

Mustasyar PCINU Suriah Amiruddin Thamrin MA menyatakan, Nabi SAW mendorong umatnya untuk melipatgandakan ibadah dalam waktu tersebut karena pada malam-malam bulan Ramadhan tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil terdapat malam lailatul qadar, malam kemuliaan yang sangat istimewa yang semua orang berlomba memburunya, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai bonus hadiah Tuhan bagi orang yang ikhlas mengabdi kepada-Nya.

"Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka, tak heran jika tak mudah meraihnya, karena mahal harga belinya. Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh Agama seperti melakukan qiyamul lail, berpuasa sesuai tuntunan, tilawah dan tadarus Al-Quran dengan tadabbur, berdoa, dzikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah serta amalan ma'ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya," katanya.

Menurutnya, lailatul qadar dirahasiakan karena merupakan sesuatu yang mahal dan langka tentu dirahasiakan dan tidak diobral, agar umat semangat berlomba memburunya, dan agar ibadah tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, namun pengabdian haruslah langgeng terus dilakukan semasih hayat masih kandung badan.

"Merugilah kita yang luput dari peningkatan ibadah pada hari-hari sepuluh terakhir ini. Kebahagiaan mukmin sebenarnya bukan hanya karena akan mendapatkan bonus pahala lailatul qadar dan sejenisnya, namun kebahagiaan mukmin adalah saat dirinya mengabdi, mohon ampun, berserah dan tunduk kepada pencipta-Nya, karena itulah nikmat besar yang tiada taranya," demikian Amiruddin Thamrin MA.

Bulan Kembar di Tengah Ramadhan

Friday, August 27, 2010
Bulan Kembar di Tengah Bulan Ramadhan merupakan fenomena alam yang jarang terjadi, keberadaan Bulan Kembar ini yang terjadi pada 16 Ramadan 1431 H yang jatuh pada hari Kamis (26/8/2010) dihiasi fenomena astronomis yang unik. Dari sekitar Jakarta, cuaca sangat cerah sehingga bulan purnama kelihatan begitu terang, apalagi ditemani kerlap-kerlip bintang dan planet.

Ada yang berbeda malam ini. Selain munculnya bulan penuh, hanya sehari usai purnama kemarin, seperti setiap tengah bulan hijriah lainnya, langit malam beberapa minggu ini juga dihiasi planet-planet yang tergolong sangat terang, seperti Yupiter dan Venus. Kedua planet yang tergolong paling terang di antara planet dan bintang di langit muncul bergantian menemani terangnya bulan.


Fenomena tersebut pantas dijuluki "bulan kembar" meski bulan purnama tentu jauh lebih terang dari planet-planet itu. Andai kebetulan langit cerah dan tak tertutup awan tebal, tak lama setelah Matahari terbenam di ufuk barat, langit malam berganti dihiasi terangnya bulan purnama di timur. Di barat, Venus menampakkan cahayanya yang saking terangnya sampai dijuluki sang bintang Kejora.

Venus tak muncul lama karena ia hanya ada sekitar 90 menit sebelum tenggelam. Namun, tak lama kemudian, dari ufuk barat terbit Planet Yupiter sekitar pukul 20.45 saat jaraknya hanya sekitar 6 derajat di bawah bulan.

Jarak rata-rata Yupiter dan Bulan tampak  kira-kira hanya setengah kepalan tangan saja. Keduanya akan bergerak selaras ke arah barat dan bisa dilihat sepanjang malam sampai waktu sahur sekitar pukul 03.00, Jumat (27/8/2010).

Malam ini Yupiter yang merupakan planet terbesar di tata surya memang terlihat lebih terang. Saat ini kebetulan planet tersebut sedang di posisi perihelium, jarak terdekat dengan Matahari, sehingga terlihat lebih besar dari Bumi.

Dibanding saat aphlium atau jarak terjauh dengan Matahari, yang terjadi tahun 2005, ukurannya terlihat 11 persen lebih besar dan tingkat keterangannya sampai 1,5 kali lipat dilihat dari Bumi.

Tentu fenomena tersebut hanya kebetulan terjadi pada bulan Ramadan kali ini. Namun, keunikan tersebut tentu pantas diamati meski sekadar disaksikan sekilas saja untuk mengingatkan kita terhadap kebesaran Sang Pencipta. Apalagi kalau Anda punya teleskop, peristiwa ini tentu haram dilewatkan

Malam Nuzulul Qur'an - Cara Rasulullah Memperingati Nuzulul Quran

Thursday, August 26, 2010
Malam Nuzulul Qur'an. Ramadhan dan Nuzul Qur'an adalah keterkaitan yang tak terpisahkan. Sejarah diturunkannya Al Qur'an secara utuh dari Lauhul Mahfud di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia dengan jelas ditunjukkan Allah SWT dalam firmannya.
"Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (Qs. Al Baqarah: 185)

Nah, apakah yang sebaiknya bisa kita lakukan untuk bisa mereguk hari bersejarah nan suci ini? Peringatan terhadap turunnya Al Qur'an diwujudkan oleh masyarakat dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum.

Dari mereka ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, anasyid dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan pesta makan-makan.

Pernahkan anda bertanya: bagaimanakah cara Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, sahabatnya dan juga ulama' terdahulu setelah mereka memperingati kejadian ini?

Anda merasa ingin tahu apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam?Simaklah penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu `anhu tentang apa yang beliau lakukan.

"Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur'an bersamanya." (Riwayat Al Bukhari)
Demikianlah, Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bermudarasah, membaca Al Qur'an bersama Malaikat Jibril alaihissalam di luar shalat. Dan ternyata itu belum cukup bagi Nabi shallallahu `alaihi wa sallam, beliau masih merasa perlu untuk membaca Al Qur'an dalam shalatnya. Anda ingin tahu, seberapa banyak dan seberapa lama beliau membaca Al Qur'an dalam shalatnya?

Simaklah penguturan sahabat Huzaifah radhiallahu `anhu tentang pengalaman beliau shalat tarawih bersama Rasulillah shallallahu `alaihi wa sallam.

"Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:

Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir.

Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa' hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. .. Sejak usai dari shalat Isya' pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat." (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)

Demikianlah cara Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memperingati turunnya Al Qur'an pada bulan ramadhan, membaca penuh dengan penghayatan akan maknanya. Tidak hanya berhenti pada mudarasah, beliau juga banyak membaca Al Qur'an pada shalat beliau, sampai-sampai pada satu raka'at saja, beliau membaca surat Al Baqarah, Ali Imran dan An Nisa', atau sebanyak 5 juz lebih.

Inilah yang dilakukan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan, dan demikianlah cara beliau memperingati turunnya Al Qur'an. Tidak ada pesta makan-makan, apalagi pentas seni, nyanyi-nyanyi, sandiwara atau tari menari.

Bandingkan apa yang beliau lakukan dengan yang anda lakukan. Sudahkah anda mengetahui betapa besar perbedaannya?

Anda juga ingin tahu apa yang dilakukan oleh para ulama' terdahulu pada bulan Ramadhan?
Imam As Syafi'i pada setiap bulan ramadhan menghatamkan bacaan Al Qur'an sebanyak enam puluh (60) kali.

Al Aswab An Nakha'i setiap dua malam menghatamkan Al Qur'an.Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur'an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam sekali.

Demikianlah teladan ulama' terdahulu dalam memperingati sejarah turunnya Al Qur'an. Tidak ada pesta ria, makan-makan, apa lagi na'uzubillah pentas seni, tari-menari, nyanyi-menyanyi.

Orang-orang seperti merekalah yang dimaksudkan oleh firman Allah Ta'ala:
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya." (Qs. Az Zumar: 23)
Dan oleh firman Allah Ta'ala:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabblah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka, Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia." (Qs. Al Anfaal: 2-4)
Kapankah kita dapat membuktikan kecintaan dan keimanan kepada Al Qur'an dalam bentuk tadarus, mengkaji kandungan, dan mengamalkan nilai-nilainya? (muslim.or.id)

Meteor Jatuh di Cirebon Komentar Sejumlah Ulama

Saturday, August 21, 2010
Sebuah benda jatuh dari langit yang beberapa waktu lalu menggegerkan Cirebon dan juga berita tentang sosok menyerupai malaikat di atas Ka'bah dan mencairnya pulau es di Kutub Utara, kini sebuah benda yang diduga Meteor Jatuh di Cirebon. Jatuhnya benda tersebut mengejutkan warga setempat, terutama mereka yang menyaksikan secara langsung.

"Saya lihat cahaya mirip kembang api jatuh. Terus saya samperin ternyata ada kayak bongkahan batu dan ada apinya," jelas Anton salah seorang saksi mata.

Beberapa saksi mata lainnya mengaku, saat benda yang diduga meteor itu jatuh, sempat membentuk lafaz Allah. Mengenai hal itu Ustaz Yusuf Mansyur pun memberikan komentar. "Kalau memang itu benar, dalam salah satu ayat di Alquran dijelaskan, Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan di langit dan dalam diri manusia, agar mereka berpikir," jelasnya.

Sementara itu, Habib Munzir Al Musawa beranggapan bahwa kejadian tersebut adalah sebuah musibah yang dikehendaki oleh Allah, sama seperti bencana alam lainnya. Menurut Habib Munsir, didalam sebuah fenomena alam bercampur cerita gaib ini, terkandung pesan dari sang pencipta untuk seluruh umatnya.

"Ini peringatan buat umat bahwa bumi semakin tua. Tetapi saya tidak membenarkan kiamat sudah dekat. Hal itu cuma berupa kiamat kecil sebagai peringatan kepada umat," imbuhnya.

Wallpaper Ramadhan - Koleksi Wallpaper Ramadhan

Monday, August 9, 2010
Jika anda mempunyai PC Computer atau laptop di rumah, dikantor dalam mengisi bulan suci ramadhan kali anda bisa saja mengganti wallpaper destop computer anda dengan tema ramadhan, mungkin akan lebih indah dipandang dan memberikan makna yang positif bagi yang melihatnya, nah blog koleksi kata mutiara ini memberikan Koleksi wallpaper ramadhan yang diambil dari berbagai sumber di internet, semoga berkenan.

Wallpaper Ramadhan 01


Wallpaper Ramadhan 02



Wallpaper Ramadhan 03



Wallpaper Ramadhan 04

Ceramah Ramadhan 1413 H : Keistimewaan Orang Berpuasa

Insya Allah Hari Pertama Puasa 2010 Jatuh pada Hari Rabu tanggal 11 Agustus 2010 dan kita sambut bulan suci Ramadhan 1413 H dengan suka cita dan mudah mudahan kita semuanya di berikan kekuatan untuk menjalankannya, Biasanya setiap Bulan Ramadhan suka ada Ceramah Ceramah Ramadhan di setiap mesjid, surau majlis ta'lim dan lain sebagainya. Ada petikan ceramah yang patut kita baca untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan ini.  Berikut adalah Ceramah Ramadhan keistimewaan orang berpuasa :

Keistimewaan Orang Berpuasa…

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu ‘al-Rayan’ yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.”
(HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa’d).

Dalam hadis tersebut Nabi Saw menerangkan keutamaan puasa dan kedudukan orang-orang yang berpuasa di sisi Allah. Atas keikhlasan dan kesabaran mereka dalam menjalankan ibadah puasa-dengan menahan lapar dan dahaga, mengendalikan hawa nafsu dengan sekuat tenaga, maka Allah mengistimewakan mereka dengan memasukkan mereka ke dalam surga melalui pintu khusus yang bernama “Al-Rayyan”. Kata ini berasal dari bentuk infinitif al-ray yang berarti pengairan, segar, dan juga pemandangan yang indah. Nama ini sesuai dengan keadaan orang-orang puasa yang menahan dirinya dari makan dan minum. Dan dahaga inilah yang lebih dominan dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa dibanding rasa lapar.

Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, Sang Pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa. Juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis:
“Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya.”

Pahala dan balasan Allah bagi orang-orang yang berpuasa adalah penuh, besar, dan tiada terhitung. Ada pun masuknya orang-orang yang berpuasa melalui pintu al-Rayyan ini merupakan tambahan pahala dan penghormatan semata.

Benar, surga mempunyai banyak pintu, di antaranya pintu bagi orang-orang yang taat menjalankan salat, pintu bagi orang-orang yang giat berjihad, pintu bagi orang-orang yang ikhlas berpuasa-yaitu al-Rayyan sebagaimana telah kita bicarakan, dan di antaranya ada pintu khusus bagi orang-orang yang suka bersedekah.
Dari Abi Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa memberi nafkah isterinya di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu surga, ‘Wahai Hamba Allah! Ini adalah pintu kebaikan.’ Barangsiapa termasuk ahli salat, maka akan dipanggil dari pintu al-Shalah. Barangsiapa termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu al-Jihad. Barangsiapa termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu al-Rayyan. Dan barangsiapa termasuk ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu al-Shadaqah. Abu Bakar lantas berkata, ‘Demi engkau dan ibuku (ummul mukminin), ya, Rasulullah! Apakah seseorang harus dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang yang dipanggil dari pintu-pintu itu seluruhnya?’ Rasulullah menjawab, ‘Iya. Dan aku berharap semoga engkau termasuk dari mereka.”
(HR. al-Bukhari).

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Semoga bermanfaat bagi anda yang akan melaksanakan ibadah puasa ramadhan 1413 H, nantikan petikan ceramah ramadhan di lain kesempatan.

Foto dan Video Malaikat Turun di Atas Ka’bah

Wednesday, August 4, 2010
Foto dan Video Malaikat Turun di Atas Ka’bah - White silhouette spinning in the sky and fell on top of the Kaaba. Video 'Angel' down on top of the Kaaba is currently so popular conversation on Facebook and on YouTube.

Videos that spread Facebook account had been taken by amateurs in the year 2008. Initially, the owner of the camera just highlight the image of a man, but the man behind such a white light appeared floating in the sky.

When enlarged, this white silhouette appeared headed toward the Kaaba. Not only that, there are several pieces of pictures which show revolves around the figure of the Sacred Mosque and then fell on top of the Ka'bah.

This video has been circulating on Facebook and become a public conversation. YouTube also targeted people who wanted to see.

Video titled 'Angel 2008' had been successfully absorbing 433 816 spectators. "Subhanallah", "Amazing" referred to some comments that appeared on YouTube.

Video Malaikat Turun di Atas Ka’bah

Tsunami Matahari Ingatkan Akan Kiamat

Tuesday, August 3, 2010
Tsunami Matahari lagi ramai diperbincangkan di internet, fenomena alam ini memang jarang terjadi tetapi apabila sang pencipta sudah menghendaki untuk terjadi manusia tidak bisa berbuat apa apa, bisa jadi terjadinya Tsunami Matahari ini merupakan peringatan bagi manusia pada suatu saat nanti akan terjadi Kiamat. Sebuah tulisan dari Dm Ramdan Kompasiana


Warga Nanggrue Aceh Darussalam (NAD) mungkin yang menjadi korban tsunami pasti tidak akan melupakan peristiwa alam yang menakutkan tersebut. Air laut mendadak tumpah ke bumi beberapa menit seetlag gempa dahsyat menggungcang Serambi Makkah itu.

Semuanya luluh lantah disapu gelombang tsunami. Mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana. Mengerikan. Itulah kekuatan alam yang tidak ada seoran pun mampu menahannya.

Tsunami di berbagai belahan dunia merupakan fenomena alam yang luar biasa dan sangat ditakuti selain bencana alam lainnya, seperti gempa atau angin topan tornado.

Ternyata peristiwa tsunami ini tidak hanya terjadi di bumi. Baru-baru ini ilmuwan NASA mengeluarkan peringatan tsunami. Adalah tsunami matahari yang diperkirakan bakal menghantam bumi. Para ilmuwan mengingatkan efek dari tsunami matahari ini dapat mengganggu sistem komunikasi.

Seperti dikutip dari Telegraph.co.uk, para ilmuwan memperkirakan tsunami matahari ini akan mencapai Planet Bumi pada hari ini. Dampaknya, langit di Kutub Utara dan Selatan bakal mengalami fenomena yang dikenal Aurora.

Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.

Para ilmuwan juga memperingatkan tsunami matahari ini bisa merusak satelit komunikasi yang beredar di sekitar planet bumi. “Kembang api yang luar biasa dari matahari. Dua ledakan sekaligus di tempat berbeda di Matahari dan menuju Bumi,” kata Dr Lucie Green, astronom dari Mullard Space Science Laboratory, Surrey, Inggris.

Menurut Green, ledakan ini sangat besar sehingga tidak bisa ditahan oleh gravitasi matahari. Energi dari ledakan pun meluncur bebas ke Planet Bumi. “Kemungkinan kita bisa melihat Aurora di langit utara dengan lebih lama,” katanya.

Gelombang energi itu terpancarkan menuju Planet Bumi bagaikan sebuah tsunami yang melintasi jarak 93 juta mil melintasi angkasa.

Tsunami matahari merupakan sebagain kecil dari gejala alam yang yang sebenarnya mengingatkan umat manusia akan datangnya hari kiamat. Yakni, masa di mana alam semesta dihancurkan dan kematian bagi mahluk hidup.

Kiamat memang peristiwa yang amat besar, banyak sekali disebutkan di al-Qur’an untuk orang benar-benar meyakini bahwa kiamat itu pasti terjadi.

Ayat-ayat Alqur’an banyak sekali mengupas tentang kejian tentang langit dan bumi, peredaran bintang-bintang, alam atsir, partikel-partikel dan atom. Semua itu dibeberkan Alqur’an untuk pemahaman bagi umat manusia menuju hari kiamat.

Allah dalam Alquran menjabarkan tanda-tanda kekuasaa-Nya agar menjadi pelajaran bagi mereka beriman dan bertakwa. Sehingga, ketika sudah terjadi kiamat, manusia hanya ditempatkan pada imma ilal jannah imma ilas sair. Ya, mudah-mudahan kita masuk bagian yang pertama, dan mudah-mudahan kita menjadi ahli surga semuanya. Amin.