Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Puisi Untuk Mama

Wednesday, December 22, 2010
Puisi Untuk Mama - dibawah ini adalah puisi untuk mama tercinta, pada hari ibu ini tepat rasanya untuk mengungkapkan perasaan kita terhadap ibu yang telah melahirkan kita, untuk itu puisi untuk mama ini persembahkan.

Puisi Untuk Mama

Mama,…

Aku ingin mempersembahkan sebuah puisi untukmu

Puisi cinta yang dulu sering kau terima dari papa

Tapi, kata-kataku tak seindah punya papa

Aku juga tak seromantis papa

Namun, kuingin mempersembahkan puisi ini untukmu mama

Aku tak tahu kata-kata apa yang harus kupilih untuk memulai

Bagaimana diksi yang pantas, aku pun bingung

Aku ingin mengumpamakanmu dengan berbagai majas yang dulu kerap papa utarakan padamu

Aku tidak bisa

Dan aku ingin mencoba

Mama,..

Kau bagaikan matahari

Yang selalu menerangi setiap ruang gelapku

Kau tetap tersenyum walaupun hujan mengaburkanmu

Walaupun malam menenggelamkanmu

Kau tetap menerangi hari-hariku

Karena engkau adalah matahariku

Mama,..

Kau menjadi inspirasi bagiku untuk terus bangkit

Kau menjadi pompa semangatku

Dan kau adalah hidupku

Aku tak tahu mama

Apa yang akan terjadi padaku

Jika Tuhan memisahkan kita

Mama,..

Aku ingin selalu bersamamu

Mendengar suaramu sepanjang waktu

Melihat senyum yang selalu terukir dari bibirmu

Aku sangat bersyukur pada Allah

Karena Dia telah melahirkanku dari rahimmu

Karena Dia telah menganugrahiku seorang mama sepertimu

Mama,..

Satu hal yang harus kau tahu

AKU AKAN SELALU MENCINTAIMU

thanks to : liza-fathia.com

anak'ku belahan jiwa'ku

Friday, December 10, 2010
anak'ku belahan jiwa'ku

anak 'ku ...
tak ada cinta yang maha...rindu ...
selain pada 'mu ...
tiada sepi yang maha mencekam ...
selain untuk 'mu ...

anak 'ku ...
nadi ini berdetak teramat kencang ...
ketika tak sanggup 'ku gapai tangan 'mu ...
jantung ini berdetum sehebat hirosima ...
sa'at tak kuasa memeluk erat dada 'mu ...

anak 'ku ...
aku tak kan pernah berhenti meratap pada Tuhan kita ...
aku tak kan malu menetes kan pilu pada Tuhan kita ...
aku tak kan mengatupkan do'a pada Tuhan kita ...

Tuhan ...
kuatkan jiwa kami setegar himalaya mencakar langit ...
meskipun tertimbun dinginnya salju rindu yang menggigil ...
tabahkan hati kami seluas samudera ...
meskipun badai hujatan menghantam kesabaran ini ...

aku bersumpah ...
kan tetap setia menanti 'mu sampai mati ...
menjaga 'mu sempai nyawa meregang dari raga ...
kan tetap mencintai 'mu hingga menembus langit ...
melindungi 'mu dengan darah dan air mata ...

Tuhan ...
Engkaulah Yang Maha Pengasih ...
ridhoi kami dalam perjumpaan cinta ...
Engkaulah Yang Maha Penyayang ...
peliharalah kami dalam pertemuan yang kekal ...

Oleh : Faikar Anwar